Slide 1 Title Here

Replace these slide 1 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 2 Title Here

Replace these slide 2 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 3 Title Here

Replace these slide 3 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 4 Title Here

Replace these slide 4 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 5 Title Here

Replace these slide 5 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Kamis, 25 Desember 2014

Posted by sebutjohn On 12/25/2014 01:44:00 PM 0 komentar

Film Anak-anak tahun 90an

Siang kali ini ane mau ngeblog tentang kenangan 90an, mari nostalgia sejenak monggo :D


Film anak-anak tahun 90an

Sebenarnya aku udah lama mau nulis ini, berhubung ada something dan lain hal, baru sempat sekarang ni buat nulis ginian. Ini aja udah setengah empat subuh. (keliatanbanget ya kalong-nya.. huehuee..)
Akhir-akhir ini aku lagi kesel banget sama acara kartun di tv yang udah jarang ditemuin di hari minggu, apalagi di hari laen.. Beuhh, panjang umur deh. Yang lebih keselnya lagi hari minggu pagi itu malah diisi dengan acara gosip yang ga jelas dan acara musik cuci-cuci jemur-jemur yang berprospek menjurus ke alay permanen.
Aku jadi inget masa kecilku dulu, selalu di temani, di hantui (halah) dan dibayang-bayangi film anak-anak yang membuat hidup menjadi lebih berwarna. Pokoknya anak-anak yang hidup pada masa itu bakalan indah banget masa kecilnya (ini serius broh). Okelah, berhubung mata juga udah kriyep-kriyep ga jelas, nih film anak-anak favorit tahun 90an. *JENG JENGGG...* *bekson pelem siluman indosiar*

1. Ksatria Baja Hitam
Waaahh.. film inilah yang banyak menginspirasi anak-anak pada jaman itu buat ngelompat dari atas meja sambil teriak "tendangan mauuuuutttt..." hehehe... Masih pada inget kan?? Yahh, menurut aku film ini punya kenangan tersendiri buat anak-anak pada waktu itu. Tokoh utamanya Kotaro Minami, dialah sosok ksatria baja hitam sebelum berubah. Ksatria baja hitam punya jurus andalan, pukulan matahari, tendangan maut. Dia juga mempunyai senjata pedang matahari dan motor bernama belalang tempur.



2. Dragon Ball
Film yang ditayangin hari minggu di Indosiar jam 9 pagi ini (kalo gak salah) juga selalu ditunggu, walau durasi nya hanya setengah jam. Sampai sekarang juga masih ada dan di selalu diulang-ulang di TV.

3. Ninja Hatori.
Siapa sih yang gak ingat film ini? Pasti banyak yang masih hafal soundtrack-nya. "mendaki gunung melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera..."

4. Mighty Morphin Power Rangers
Masih ingat gak kalian dengan film yang ini?? Ini juga sangat digemari anak-anak pada waktu itu. Superhero penumpas kejahatan yang selalu dibantu Alpha dan Gordon.



5.  Chibi Maruko Chan
Film ini bercerita tentang Maruko,anak kelas 3 SD yang ceroboh dan suka mengkhayal yang tidak-tidak. Ia mempunyai 6 anggota keluarga, termasuk dirinya. Ia juga mempunyai sahabat yang bernama Tamae.

6. Doraemon
Naaahhhh, kalo film yang satu ini pasti udah tau semua lah, sampai sekarang film ini tetap tayang di hari minggu, di stasiun TV dan jam yang sama. Di RCTI jam 8 pagi. Ini dia film kartun terpopuler dari masa ke masa, dan menurut aku film ini legend banget broh. Thanks banget deh buat om Fujiko F. Fujio  yang udah nyiptain Doraemon.. Ah, andai saja doraemon itu benar-benar ada, pasti aku udah pinjem mesin waktunya supaya bisa kembali lagi ke jaman SD dulu. :')

7. Digimon

Film Digimon ini bercerita tentang petualangan tujuh orang anak di dunia digital. Mereka bertemu dengan para digimon yang kemudian diberi nama Digital Monster yang juga menjadi teman mereka berpetualang.
Film ini dulu ditayangin di Indosiar tiap hari minggu. Kalo jam tayangnya aku udah lupa..

8. P-Man
P-Man menceritakan tentang anak kelas 4 SD bernama Mitsuo yang dapat berubah menjadi P-Man jika menggunakan jubah dan topengnya . Namun Mitsuo tetap seorang anak yang mempunyai kewajiban untuk sekolah. Jika dia harus menjadi P-Man, Bird-Man memberi dia sebuah robot yang dapat menggantikan tugasnya sebagai Mitsuo. P-Man juga dibantu oleh P-Girl, Booby dan Fat-Man

9.  Jiban
Film yang ditayangkan di Indosiar ini juga banyak ditunggu loh. Film nya bercerita tentang seorang inspektur polisi yang memiliki peralatan yang canggih sehingga dapat berubah menjadi robot. Punya mobil, motor dan pesawat tempur siluman. Biasanya sebelum menangkap penjahat, Jiban mengeluarkan lencana sambil membacakan hukuman buat musuhnya. "Pasal 1..!!" Nah, inget gak?



10. Remi 

Kalau film yang satu ini film kartun tersedih yang pernah aku tonton. Aku aja ampe nangis, hehee.. Tapi serius film ini memang sedih pake banget. 
Cerita film bermulai adalah ketika ayahnya remi yang bernama Jaroemi Barberin yang tinggal bersama istrinya di sebuah kota Prancis yang kecil, Chavanon. Ayah remi adalah orang yang sangat sibuk berkerja, jadi yang tinggal dirumah hanya remi dan ibunya.
Singkat cerita, ayahnya mengalami kecelakaan dan berujung untuk menjual sapi-sapi peliharaannya, dimana itu lah sumber kekayaan bagi keluarga remi. Dan ketika itu pula remi yang berumur 8 tahun diusir oleh ayahnya dari rumah. Remi pun dikenalkan dengan seorang seniman di pub lokal yang bernama Signor Vitalis yang akhirnya menjadi teman remi dalam melanjutkan perjalanan keliling Paris bersama tiga anjingnya.





Nih, coba tonton video openingnya.. Dan kalian akan ingat semuanya dalam sekejap. :)




11. Dr. Slump
Wajah besar... wajah besar... Tidaaaaakkk... (nguehehe). Kata-kata itulah yang terbersit di fikiranku ketika mengingat film ini. Film Dr. Slump ditayangkan setiap minggu pagi di SCTV.
Menceritakan tentang seorang penemu yang biasa dipanggil "Dr. Slump", yang telah menciptakan sebuah robot perempuan yang ia beri nama Arale Norimaki.
Film ini cukup lucu, menghibur, 
dan membawa kembali kenangan kamu pada masa itu. :)


12. Patlabor 

Bercerita tentang kepolisian Jepang di tahun 1998-2002.
Dengan si karakter bernama Noa Izumi sebagai pengendali Patlabor untuk memberantas kejahatan di Tokyo. Film ini kalo gak salah ditayangkan di Indosiar.




13. Bakabon 

Film Bakabon berkisah tentang anggota keluarga yang aneh, contohn ya adik Bakabon yang bernama Hajime sudah bisa bicara dalam waktu 3 hari, dan papa Bakabon yang selau iseng dengan orang di sekitarnya.

14. Pasukan Turbo

Turboranger yang beranggotakan lima orang ini terdiri dari 4 pria dan 1 wanita. Film ini masih aku ingat sampai sekarang jam tayangnya yaitu 17.00 WIB di RCTI. Hahahahaha...





15. Winspector
Serial Winspector adalah serial tokusatsu yang dibuat oleh Toei Japan. Film seri ini juga ditayangkan di Indosiar.


16. Sailor Moon
Kalo film yang ini cewe 90an pasti suka nih. Film yang sempat ditayangkan di Indosiar ini bercerita tentang 5 gadis dengan kekuatan super untuk melawan berbagai musuh dari kegelapan. Mereka memiliki misi mencari sang putri bulan dan Kristal Perak.



17. Ultraman
Film ultraman ini juga ditayangin di Indosiar, sore-sore gitu kalo gak salah. Banyak sekali jenis film dari ultraman, seperti Ultraman Gaia, Ultraman Tiga, Ultraman Dyna dan lain-lain.


18. Gaban
Ini juga, aduuuuhhh.. film jaman baheulah nih.. Aku waktu itu cuman sempat nonton beberapa kali karena aku masih kecil banget, cerita filmnya juga udah lupa. mihihihi...
Sampe sekarang biasa kita dengar orang pake istilah "udah segede gaban gitu masih gak liat?"


19. Silverhawks
Pahlawan Polisi Galaxy yg berkostum metal ini antara lain bernama Quicksilver, si kembar Steelheart & Steelwill, dan yang paling kecil Copper Kid. Musuhnya bernama Mon*Star. Silverhawk tinggal di kapal induk yang bernama Hawk Haven.
Film ini dulu ditayangkan di TVRI.




20. Saint Seiya
Fillm ini bercerita tentang lima pendekar yang diberi julukan "Saint". Mereka memiliki kekuatan yang berasal dari rasi bintang masing-masing pemiliknya. Setiap Saint memiliki kekuatan khusus. Mereka bertugas untuk melindungi Saori Kido, reinkarnasi dari Dewi Athena. 

Film ini pernah ditayangkan di TVRI, RCTI dan Indosiar. 



21. Dash Yankuro

Film ini bercerita tentang mobil Tamiya, lima anak yang bersaing dalam kejuaraan resmi dengan 4WD Mini. 



22.  Astro Boy 
Film ini menceritakan tentang sebuah robot bernama Astro Boy yang hidup berdampingan dengan manusia. Doctor Tenma, kepala bidang pengetahuan membuat robot berbentuk manusia kecil bernama Astro yang memiliki sifat rendah hati dan suka menolong walau banyak yang membencinya karena keberadaan robot.
Doctor Tenma sengaja membuat Astro Boy mirip dengan anaknya yang bernama Tobio yang telah meninggal karena kecelakaan mobil.


23. Mojacko
Bercerita tentang Mojacko yang punya kekuatan teleportasi, bisa kemana saja dengan sekali kedip. Film ini dulu ditayangkan di TPI setiap jam 6 sore. 

24. Robo Kabutaku
Masih ingat gak sama film yang ini? Robot ini suka makan semangka... "kabutaku... robot yang paling hebat.. tak terkalahkan dan selalu menang... ayo kita kumpulkan gambar-gambar ini."  Hehe..

25. Tattood Teenage Alien Fighters
Film ini dulu disiarkan di TPI setiap habis maghrib. Itu aja yang aku tau, selebihnya lupa... bhahahaha...


 26. Jiraya
Ninja yang satu ini elit banget, kemana-mana pakai mobil. Film ini dulu ditayangkan tiap sore di RCTI.

27.  Bicroser
Film inilah yang telah membuat aku dan abangku saling ejek dan menangin masing-masing jagoannya. Dan ternyata pas banget! Aku suka warna biru, dan abangku suka merah. Mungkin mereka adalah jelmaan kami di masa depan. Film ini bercerita tentang pahlawan adik-kakak yang berubahnya harus masuk lemari dulu. Kedua pahlawan itu bernama Ken (kakak) dan Gin (adik). Senjata andalannya adalah kalo yang satunya terbang sambil naik motornya, nah yang satunya nahan pake pundak. (pegel kaleeeee....)
Terus motornya bisa nembak kayak Bazooka. Film ini dulu tayang di RCTI jam 5 sore.


28. Thunder Cats
”Thunder… Thunder… Thundercats.. Hoooooo…”
Ini film jaman aku SD, dulu aku juga seneng sama film ini. Film ini kalo gak salah ditayangin di TVRI.

29. Kobo-Chan
Kobo-Chan bercerita tentang seorang anak berusia 5 tahun yang bernama Kobo Tabata. Kobo tinggal di rumah yang sederhana di Tokyo, Jepang, bersama kedua orang tua, kakek- neneknya serta seorang paman. Kobo adalah anak yang sangat takut ke dokter gigi dan ke dokter THT.

30. Inuyasha
Film inuyasha bercerita tentang seorang gadis jepang bernama Kagome.Ia tinggal di sebuah kuil tua, dan di halaman kuil terdapat sebuah sumur tua yang katanya menyimpan legenda. Kagome menganggap legenda itu hanya takhayul. Tapi ternyata ada monster yang keluar dari sumur kuno itu dan menyeret Kagome ke jaman Jepang kuno.  Film ini dulu ditayangkan di Indosiar setiap hari minggu.

Nah, kira-kira segitu aja kali ye.. Kalo ada film 90an favorit kamu yang belom dibahas, share aja kesini.. itung-itung nostalgia bareng gitu. Muehehehe... :p

Sumber : http://kampretbiru.blogspot.com/2013/01/film-anak-anak-tahun-90an_27.html
x

Rabu, 24 Desember 2014

Posted by sebutjohn On 12/24/2014 08:00:00 PM 0 komentar

Sejarah Ultras di Indonesia


Sejarah ULTRAS dan ULTRAS INDONESIA



Suporter Indonesia Rasa Ultras
Suporter di Indonesia sedang berada dalam periode bertumbuh. Dalam lima tahun terakhir ini, muncul kelompok-kelompok suporter terorganisir. Suatu fenomena yang berdampak amat positif bagi perkembangan sepak bola nasional. Kehadiran kelompok suporter ini sedikit banyak merubah gaya dukung dan pola perilaku penonton di lapangan. Secara keseluruhan, berdampak pada industri sepak bola nasional yang lebih semarak dan berwarna.

Tak bisa dipungkiri aksi-aksi kreatif kelompok suporter di Indonesia ini mengadopsi gaya suporter luar negeri. Meski di kemudian hari, terjadi proses kreatif dengan lebih banyak menampilkan produk budaya lokal. Suporter luar negeri yang menginspirasi itu bisa dari Barras Bravas (Argentina/Amerika Latin),Roligan (Denmark), Tartan Army (Skotlandia) dan tentunya Italian Ultras!

Kentalnya budaya ultras bisa dilihat dengan teramat jelas dari atraksi kelompok suporter kita di lapangan. Mulai dari menempati sisi tribun tertentu meski tidak selalu di belakang gawang. Namun yang konsisten di sekitar belakang gawang diantaranya yaitu ,Utras Persija,Orange Street Boys(Persija),Slemania (PSS Sleman), dan Brajamusti (PSIM Jogjakarta), sedangkan beberapa kelompok suporter lainnya lebih suka di tribun tengah menghadap kamera! Menggunakan istilah asing (Ultras) terkadang tidak juga salah asal mengerti dan paham mengenai istilah tersebut. Ultras yang dipakai lebih ke mentalitasnya.. nilai2nya… Saat supporter berdiri 90 menit dan meneriakkan lagu2 pembangkit semangat (bukan lagu2 cacian kepada suatu kelompok), tak peduli hasil yang dicapai,itu juga merupakan bagian dari nilai2 ultras… saat anda melakukan koreografi2 memukau, itu bagian dari nilai2 ultras..ataupun saat kami bertempur dengan supporter , itu juga bagian dari nilai2 ultras..yang jelas Ultras tidak akan menyerang jika tidak diserang terlebih dahulu,tidak akan menolong jika tidak diperlukan

Tapi nilai2 itu, pastilah tercampur dengan budaya kita sendiri… terkadang  beberapa komunitas di dalam suporter Persija juga menggunakan istilah ultras, walaupun saat mengaku ultras, mereka dengan bangganya berfoto2 menunjukkan identitas mereka, ya mungkin itu pemahaman akan arti ultras oleh mereka…(narsisme)… Di Luar Negri (Italy,Inggris,German,dll) seorang ULTRAS mungkin tidak punya KTA/ID Card atau bahkan kelompok tersebut sampai memiliki AD/ART karena mereka sangat paham arti kata Ultras, alasan mereka datang ke stadion benar-benar dari Hati dan Jiwanya..bukan juga karena UANG…sedangkan di INDONESIA UANG adalah alat detok sempurna untuk sebuah loyalitas..Orang bisa pindah agama,keyakinan,Klub,bahkan Partai.. Bagi saya AGAMA bisa dipeluk oleh ribuan bahkan jutaan umat,TETAPI SEORANG  manusia hanya bisa PELUK SATU AGAMA, apabila ada yg percaya selain TUHANnya maka disebut Musyrik Bahkan KAFIR…Team Sepakbola yang saya dukung  Bisa didukung oleh puluhan ribu supporter,TETAPI SEORANG SUPPORTER HANYA BISA MEMILIH SATU TEAM SEPAKBOLA SAJA…Tetapi jika mendukung lebih dari satu  team,maka bisa disebut orang yang tidak memiliki komitmen atau bahkan bisa dicap Pengkhianat…maka d iIndonesia muncul slogan seperti SATU JAKARTA SATU (PERSIJA) ,SALAM SATU JIWA(AREMA) dll. Pendukung suatu klub tak harus wadah tunggal (seperti Orde Baru). Apalagi saat ini, mereka (kelompok suporter) melengkapi dengan AD/ART bahkan disahkan dengan akte notaris segala. Ujung-ujungnya adalah konflik kepentingan dan potensi dimanfaatkan elit politik. Contoh di SRIWIJAYA FC supporter Singamania dan Beladas, di Persiba ada PFC dan Balistik, di PERSIJAP ada Banaspati dan JETMEN,dll

Nah kalo ultras di Indonesia itu yang hebat, terlalu rapi. Kalo diluar negeri mereka hanya merupakan komunitas ataupun kelompok. Kalo disini, kebanyakan merupakan organisasi yang memiliki AD/ART. Parahnya masyarakat awam tidak bisa membedakan yang mana julukan suporter dengan nama kelompok suporter. Seperti contoh The Jakmania. Yang merupakan organisasi suporter pendukung Persija, tapi sering diartikan sebagai julukan untuk menyebut seluruh suporter Persija. Padahal gak semua suporter Persija adalah anggota The Jakmania. Dan memang tidak semua klub punya julukan bagi suporter mereka.

Dirijen seperti Yuli Sumpil, yang sohor itu adalah manifestasi seorang CapoTifoso. Yuli memiliki wibawa seorang CapoTifoso, apabila ia memerintahkan untuk melakukan suatu gerakan maka akan dipatuhi oleh suporter termasuk (seandainya) memerintahkan mengintimidasi pemain lawan dengan lemparan benda-benda, tetapi apabila ia melarang, maka tidak ada satu pun suporter yang berani melawannya. Walaupun ada yang berpendapat seorang Yuli Sumpil tidak pantas disebut demikian Karena dia “hanya” memimpin Aremania. Beda dengan capo tifoso di curva sud atau nord di Itali misalnya. Yang tidak hanya memimpin kelompoknya, tapi memimpin seluruh kelompok yang ada di curva itu, untuk membentuk koreo yang indah..

Belum lagi kostum yang terkoordinir, dan bentangan spanduk yang di pinggir-pinggir lapangan adalah rasa ultras pada suporter Indonesia. Sayangnya, prestasi tim nasional dan klub-klubnya tak semanis prestasi Squadra Azurri dan wakil-wakil Serie A di Eropa. Pahit getir sepak bola Indonesia terutama sekali saat menilik kelakuan oknum pengurus dibawah kepemimpinan Yang “Terhormat” Nurdin Halid!

Seorang Ultras sejati tidak memiliki nama -hanya teman dekat yang mengetahuinya-. Seorang Ultras sejati tidak dikenal oleh orang lain, kepalanya selalu tertutup oleh “hood”, hidung dan mulutnya selalu ditutup oleh syal. Seorang Ultras sejati tidak mengikuti mode dan hal teranyar lainnya. Saat seorang Ultra berjalan dikeramaian, kendati tanpa logo supporter, dia akan mudah dikenal orang lain.

Seorang Ultra sejati hanya menyerang jika diserang dan akan menolong jika diperlukan. Seorang Ultra sejati tidak akan berhenti kendati tiba di rumah dan membuka syalnya. Ultra Sejati akan selalu bertarung tujuh hari dalam seminggu.
Ultra tua akan memimpin dan memberikan contoh kepada yang muda. Ultra muda harus memberikan rasa hormat kepada yang tua. Ultra muda akan merasa bangga jika berdiri berdampingan dengan yang tua, mereka akan belajar dari kritikan si tua. Yang muda akan bersemangat jika mendapat jabatan tangan erat dari yang tua.
Saat orang normal melihat tingkah laku Ultra, mereka tidak akan mengerti, tetapi Ultra memang tidak ingin dimengerti atau menjelaskan arti keberadaan mereka. Setiap Ultra berbeda; ada yang mengenakan logo supporter atau tim ada juga yang tidak pernah menggunakan keduanya. Ada yang bepergian dalam sebuah kelompok ada yang pergi secara individu.
Kendati berbeda, satu hal yang membuat mereka bersatu adalah kecintaan terhadap klub, hasrat mereka untuk berdiri selama 90 menit tidak peduli hujan atau dingin. Mereka bersatu dan menghangatkan diri dengan teriakan keras dan serempak, bersatu kendati tertidur setengah mabuk di sebuah kereta atau bis yang membawa mereka pada pertandingan tandang, bersatu karena konvoi di pusat kota tim lawan, bersatu karena berbagi sedikit makanan setelah berjam-jam menahan rasa lapar, bersatu karena berbagi sebatang rokok, bersatu karena berpenampilan sama, bersatu karena idealisme, bersatu karena memiliki MENTALITAS yang sama.
Semua hal diatas menyatukan kami sekaligus menjauhkan kami dari bagian dunia yang lain; dari orang tua yang khawatir, dari sepupu yang bodoh, dari teman sekolah atau rekan kerja, dari guru atau bos yang tidak memiliki rasa toleransi. Ultras tidak pernah melakukan vandalisme atau kekerasan tanpa alasan. Ini hanya cara untuk bertahan dari hidup yang sudah terkena krisis masalah sosial, acara televisi yang bodoh,  disko yang terus menerus menarik anak muda dan terpenting tindakan represif  yang tidak dapat dibenarkan (polisi dan federasi).

Menjadi Ultra adalah seperti ini dan masih banyak lainnya seperti emosi dan hasrat yang tidak dapat dijelaskan kepada orang lain yang tidak mau mengerti atau kepada orang yang biasa memutar kepala dan melanjutkan hidup di balik kaca, orang yang tidak memilik cukup NYALI untuk menghancurkan kaca dan memasuki DUNIA KITA!
Ultras.. Sebuah kata yang akhir2 ini sangat sering disebut oleh media2 di tanah air seiring dengan banyaknya tindakkan hooliganisme yang dilakukan beberapa kelompok ultras di Italia. Sangat lucu sekali membaca beberapa comment di media yang menyebutkan bahwa ultras memiliki arti ‘garis keras’ yang selalu di indentikkan dengan hooliganisme. Tapi apa mau dikata, begitulah media, begitulah jurnalis, mereka hanya bisa menulis apa yang bisa mereka lihat tanpa harus benar2 mengerti dan benar2 memahami objek yang mereka jadikan berita.
Perlu sedikit diluruskan mengenai makna kata ‘ultras’ sendiri. Ultras bukan nama, Ultras adalah istilah.. sama dengan kata hooligan yang juga merupakan sebuah istilah. Kata ultras sendiri berasal dari suku kata Ultra yang dalam bentuk kata sifat berarti ekstrim dan dalam kata benda berarti ekstrimis penambahan huruf s sebagai penunjuk bentuk jamak (kelompok). Kata ekstrim sendiri berarti ‘yang ter-‘. ‘yang paling’. ‘melebihi yang lain’, atau ‘lebih dari biasa’. Bila dihubungkan dengan konteks supporter bisa dikatakan bahwa ultras berarti kelompok supporter yang memiliki fanatisme, rasa cinta, dan dukungan yang lebih dari supporter biasa. Sedangkan Hooligan sendiri adalah istilah yang berarti ‘perusuh’ atau ‘suka berbuat onar’.
Ciri2 kelompok supporter Ultras adalah Selalu bernyanyi mendukung kesebelasan kebanggaanya, mendukung tim mereka baik dikandang sendiri maupun dikandang lawan, dan tak pernah meninggalkan tim kebanggannya baik saat jaya maupun saat terpuruk. Dari ciri2 kelompok ultras
sendiri bisa dikatakan bahwa hampir semua kelompok supporter di Indonesia adalah Ultras. Slemania itu ultras, The Jak itu ultras, Aremania itu ultras. klompok supporter lainnya juga ultras. Walau mereka tidak ada embel2 kata ultras dalam organisasi mereka tapi istilah ultras tetap mereka sandang karena mereka semua memiliki karakter dan mentalitas ultras. Meski demikian, ada banyak juga kelompok supporter (termasuk kami sendiri) yang menggunakan kata ultras sebagai nama kelompok mereka.
Jadi bisa disimpulkan bahwa Ultras dan Hooligans adalah dua istilah yang berbeda dengan pengertian yang berbeda pula. Hampir semua hooligans adalah Ultras, tapi tidak semua Ultras adalah hooligans..!!
HOOLIGANS  adalah fans sepakbola yang brutal ketika tim idolanya kalah bertanding. Hooligan merupakan stereotif supporter sepakbola dari Inggris, namun akhi-akhir ini menjadi fenomena dunia termasuk negara Indonesia sendiri. Sebagian besar dari hooligan adalah para backpacker yang berpengalaman dalam melakukan sebuah perjalanan. Tidak sedikit dari mereka yang sering keluar-masuk penjara karena sering terlibat dalam sebuah bentrokan. Mereka jarang menggunakan pakaian yang sama dengan tim pujaannya agar tidak terdeksi kehadiran mereka oleh pihak aparat. Meski demikian, keunggulan dari hooligan ini mereka paling anti menggunakan senjata dalam melakukan sebuah duel, karena menurut mereka itu hanyalah sebuah cara yang dilakukan oleh sekelompok banci.

Diantara Supporter Persija ada juga  yang memang lahir dari komunitas hardmods, bootbois, skinhead, rudeboys, casuals, dll.. dan membentuk suatu kelompok yang disebut Persija FIRM (Tiger Boys) seperti di Inggris, namun disisi lain mereka membakar flare dan membuat syal komunitas, ya mungkin itu kreatifitas mereka, karena mengikuti suatu kultur, lagipula tidak berarti harus mengikuti semua pakem bakunya. (berbagai sumber)


Sumber : http://ultrasin-indonesia.tumblr.com/sejarah-ultras

Posted by sebutjohn On 12/24/2014 04:17:00 AM 0 komentar

Saya Suporter Lokal

Untuk kalian para supporter yang bangga dengan team luar pager negeri.
Panas, jengah, budeg rasanya ketika mendengar kata-kata yang tidak mengenakkan dari supporter Tim Luar.
Beberapa kalimat itu antara lain :
“Ngapain dukung sepakbola Indonesia, gak bermutu”
“Ngapain nonton bola Indonesia, kalah mulu”
“Ngapain lihat bola Indonesia, rusuh mulu”
“Apa yang bisa dibanggakan dari suporter negeri ini”
Lalu aku harus menjawab apa? “kata-kata” apa yang pantas buat orang yang tidak pernah bangga dengan sepakbola negeri ini dan  hanya selalu mempermasalahkan tentang keburukan sepakbola negeri ini?:) .
Gue cuma bilang, “Wahai orang Indonesia pendukung Tim Luar, gue teringat kata-kata salah seorang suporter Tim Lokal yang sangat loyal disebuah notes FB-nya, dia berkata “gue bukan kalian, tidak seperti kalian yang bangga dengan tim luar, yang cuma bisanya teriak-teriak di depan layar kaca, yang bangga dengan jersey tim luar walau produk indonesia. Gue bangga jadi supporter lokal, karena gue bisa nonton langsung di stadion, gue bisa melihat langsung permainan tim yang gue dukung tanpa di batasi oleh kaca, gue  senang dan bangga karena teriakan gue bisa di dengar langsung oleh pemain”.

Supporter Lokal

Lalu kata suporter Tim Luar, “Suporter Indonesia rusuh terus”,
Gue Jawab: Kalian cuma bisa menonton pertandingannya, “Just pertandingan” bukan tentang berita2 yang lain termasuk berita suporter, itupun cuma dari tipi :mrgreen: . Masalah supporter lokal suka bikin rusuh itu adalah yang di namakan bumbu-bumbu pertandingan,  diluar pun sama, coba kalian tonton film dokumenter “football factory”, di film tersebut menggambarkan dan menceritakan fenomena supporter luar yang lebih loyal, beringas, kasar dan cenderung anarki, dan tidak selamanya supporter lokal itu rusuh. Lalu apa kalian tahu tentang definisi suporter itu seperti apa? tanya diri kalian, apakah kalian pantas disebut suporter?

Indonesian Supporter

Lalu kata teman seperjuangan gue (blogger & supporter) : “Sampai segitunya lo nulis di blog?”. Gue jawab : “suka-suka gue, blog-blog gue” :mrgreen: temen gue cuma bisa nyengir tolol :lol:
Definisi Suporter : suporter itu penonton yang berpihak pada tim tertentu. dengan sangat kreatif membuat jargon-jargon tertentu untuk menamai kelompoknya. Fenomena itu bukan hanya terjadi di negara kita, tapi telah mengglobal di hampir setiap klub di dunia yang mempunyai suporter fanatik.

katanya bola kita rusuh, katanya bola tak bermutu
apapun yang terjadi kami tetap janji
mendukung bola negeri ini
politik berkelahi, saling caci maki
bagi kami football for unity

Sumber : http://indra1082.wordpress.com/2010/06/04/saya-suporter-lokal/

Posted by sebutjohn On 12/24/2014 04:11:00 AM 0 komentar

Fenomena Fanatisme Suporter Sepak Bola di Dunia Maya

Seiring dengan perkembangan zaman, fanatisme seseorang atau suatu kelompok terhadap suatu yang mereka gemari dapat dengan mudah kita temui di dunia maya. Bisa dikatakan demikian karena mereka akan selalu ‘menampilkan’ dirinya apabila terdapat hal, pembahasan, atau berita mengenai sesuatu yang mereka gemari. Fanatisme penggemar di dunia maya ini bermacam-macam jenisnya mulai dari mereka yang menggemari artis, penyanyi, band, atlet, klub olahraga, atau apa pun yang berhubungan dengan Korea. Dalam konteks ini, fanatisme suporter sepakbola -klub olahraga untuk lebih spesifiknya- mendapat ranking teratas dalam urutan kefanatikan penggemar di dunia nyata maupun dunia maya. Mengapa demikian? Selain karena sepak bola merupakan olahraga paling populer dan digemari terutama di kalangan masyarakat Indonesia, juga disebabkan pertandingan sepak bola di televisi kini tidak terhitung jumlahnya tiap pekan. Dan apabila dalam satu pertandingan saja kefanatikan suporter ini dapat dengan mudah kita temui, apa yang terjadi dalam kurun waktu satu minggu?
Fanatisme secara harafiah adalah suatu pandangan, bisa positif atau negatif, terhadap sesuatu yang tidak bersandarkan pada teori dan kenyataan, namun dianut sangat mendalam sehingga menjadi suatu kebiasaan yang sulit luruskan atau dihentikan. Fanatisme bermodalkan keyakinan. Biasanya, seseorang yang terlalu fanatik terhadap sesuatu secara tidak sadar telah merubah pola pikirnya menjadi tidak rasional. Fanatisme ini tidak hanya memiliki faham sendiri, mereka juga menyebarkan faham/kepercayaan mereka sehingga faham/kepercayaan lain yang bertentangan tidak lagi mendapat tempat di masyarakat atau kelompok tertentu. Dalam hal fanatisme suporter sepak bola ini misalnya, seseorang atau kelompok A akan mendapat ‘intimidasi’ dari kelompok/suporter B yang tim sepak bolanya baru saja baru saja mengalahkan tim sepak bola A.
Intimidasi yang dimaksud dalam konteks ini tentu saja yang terjadi di dunia maya dan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain. Ejekan, cemooh, atau cacian dapat dengan mudah kita temui di dunia maya dan media sosial saat akhir pekan. Karena pada saat itulah tayangan sepak bola sedang padat-padatnya. Dampaknya, buat mereka yang tidak termasuk dalam kategori suporter fanatik akan merasa terganggu karena biar bagaimana pun fanatisme yang berlebihan, dalam hal apa pun, tentu tidak terasa nyaman dilihat dan tidak baik. Fanatisme suporter sepak bola ini nantinya akan ‘mengotori’ berbagai media sosial dan blog-blog dengan perkataan-perkataan yang tidak seharusnya dikeluarkan.
Mari kita mengerucutkan sedikit tentang fanatisme suporter sepak bola. Di Indonesia misalnya, banyak dari bebagai golongan masyarakat menyukai olahraga terpopuler ini. Namun dikarenakan terpisah oleh jarak ribuan kilometer yang bisa kita lakukan hanyalah menontonnya melalui pesawat televisi, memberi komentar dan lain sebagainya. Hal tersebut memang normal. Di negara Asia mana pun melakukan hal yang sama. Dan sepak bola tidak akan menjadi sebegitu populernya jika bukan karena fanatisme para suporternya. Sepak  bola adalah substansi yang tidak bisa dipisahkan dari fanatisme. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana sepak bola tanpa fanatisme suporternya. Mungkin kita tidak akan melihat tribun-tribun penuh bergemuruh menyanyikan lagu-lagu khas tim masing-masing.
Fans mempunyai pengaruh yang luar biasa untuk tim yang didukungnya. Fans yang sesungguhnya, yang datang menonton langsung ke stadion dapat membantu finansial klub dengan membeli tiket pertandingan, marchendise, bahkan fans mampu mengintimidasi langsung wasit pengadil di lapangan maupun pemain lawan. Namun yang harus digaris bawahi di sini adalah kefanatikan para suporter sepak bola layar kaca (plastic fans) di Indonesia yang mulai “out of the box” dan sudah tidak wajar. Sebagai fans jarak jauh, kita juga sangat mempengaruhi apa pun yang berkaitan dengan klub yang kita dukung dari sisi yang berbeda. Kita dapat membeli marchendise klub, kita dapat mencari apa pun informasi mengenai klub idola kita hanya dengan melihat website, melalui dunia maya fans dapat menuntut untuk mengganti pelatih, menjual pemain yang jelek, atau membeli pemain yang kita inginkan, meski belum tentu terlihat dampaknya dengan pasti.
Contoh lainnnya pengaruh fans di dunia maya adalah banyaknya like pada Facebook fan page Manchester United dan Barcelona akan menambah tingkat kepopuleran tim tersebut. Otomatis tim terpopuler akan mendatangkan sponsor yang banyak yang nantinya akan menjadi income untuk mereka.Fenomena fans sepak bola di Indonesia mulai ramai dan banyak bermunculan komunitas-komunitas pencinta tim tertentu di berbagai blog, media sosial, dan bahkan sudah merambah ke dunia nyata. Mereka berkumpul, menonton pertandingan bersama, berbicara tentang tim kesayangan, membeli atribut dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut merupakan perilaku wajar yang memang seharusnya kita lakukan sebagai fanatisme suportersepak bola kita terhadap klub idola kita.
Dan bagaimana jadinya jika fanatisme suporter sepak bola seperti kita sudah mulai melewati batas? Salah satu contohnya di dunia maya saat ini, kita dapat dengan mudah mencari kata “Glory Hunter” yang banyak diperbincangkan saat ini. Glory hunter dalam artian sebenarnya adalah pencari kejayaan. Yang dimaksud di sini adalah mereka para fans sepak bola yang tiap tahunnya mendukung tim yang berbeda-beda –tergantung tim mana yang sedang berjaya. Mereka yang ‘Glory Hunter’ sudah pasti dapat dengan mudah mengintimidasi para suporter lawannya dikarenakan tim yang mereka dukung saat itu baru saja menjadi juara atau mencapai kejayaan. Dan mereka yang terpancing tentu saja tidak terima dengan hal tersebut dan membalas cemoohan atau ejekan tersebut.  Glory Hunter sudah jelas termasuk dalam fenomena fanatisme sepak bola yang berlebihan dan sudah tidak rasional. Para Glory Hunter beranggapan bahwa dirinya lah yang paling berjaya. Juga beranggapan bahwa di dunia ini yang kita cari hanyalah kemenangan. Mereka mengumbar kegemaran terhadap suatu tim yang sedang berjaya setiap tahunnya. Mereka ‘mengotori’ berbagai media sosial dan blog dengan perkataan-perkataan yang sudah berada di luar nalar. Mereka berdalih bahwa dirinya adalah seorang pemenang dalam hidup ini. Buat apa mendukung tim idola tapi tak kunjung juara selama bertahun-tahun?
Kini di dunia maya, fanatisme suporter sepak bola kerap kali ditemukan diberbagai kolom-kolom komentar diberbagai portal berita besar, dan baca sebuah berita mengenai hasil pertandingan atau sudut pandang suatu klub/pemain/pelatih sepak bola, lalu baca kolom komentar di bawahnya. Kita akan menemukan sebagian besar berisi cemoohan, ejekan, sumpah serapah, perang kata-kata dan lain-lain layaknya seorang yang mati-matian membela harga dirinya.
Jadi seperti yang sudah disebutkan diatas, fanatisme suporter sepak bola terutama di dunia maya memang dibutuhkan. Dampaknya pun berpengaruh untuk semua pihak. Tim kesayangan menambah kepopularitas, mendatangkan sponsor, mendatangkan pemain hebat dan lain sebagainya. Untuk para fans? Kita bisa melihat tim kesayangan lebih sering muncul dalam televisi, kita bisa lebih dekat dengan pemain idola melalui jejaring sosial atau website klub, kita bisa menyaksikan langsung tim kesayangan terutama saat sedang melakukan tour dan mampir ke negara kita. Inilah globalisasi sepak bola modern saat ini. Menjadi fans fanatik atau tidak itu pilihan kita sendiri, asalkan tidak merugikan dan membuat orang lain tidak nyaman dengan kefanatikan kita terhadap sesuatu yang kita gemari. 


Sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2014/03/28/fenomena-fanatisme-suporter-sepak-bola-di-dunia-maya-642864.html