Slide 1 Title Here

Replace these slide 1 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 2 Title Here

Replace these slide 2 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 3 Title Here

Replace these slide 3 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 4 Title Here

Replace these slide 4 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Slide 5 Title Here

Replace these slide 5 sentences with your own featured slide descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions...

Selasa, 10 Maret 2015

Posted by sebutjohn On 3/10/2015 08:08:00 AM 0 komentar

Support Your Local Football Team

Selasa, 07:53 WIB, 10 Maret 2015

Kali ini saya akan ngeblog yang bersumber dari rekan PSS Sleman FansSelamat menikmati sobat :)


Support Your Local Football Team
Banyak orang yang dengan bangganya memakai kaos, jaket atau atribut apapun yang berhubungan dengan bola luar semisal Barcelona, Real Madrid, Chelsea, Juventus, Manchester United dan sebagainya, padahal belum tentu mereka benar-benar bisa mendukung langsung tim kesukaannya, mungkin hanya segelintir orang yang memang punya banyak uang yang datang langsung kesana, itupun tidak setiap pertandingan bukan??
Memang gak ada undang-undang yang melarang itu semua sih, setiap orang juga punya hak untuk suka dengan tim sepakbola manapun. Tapi apakah mereka punya kepuasan hanya dengan memakai atributnya saja?? Apa mereka puas hanya dengan menontonnya di layar kaca tanpa merasakan langsung bagaimana rasanya menonton di dalam stadion dengan euforia yang selalu membuat bulu kuduk setiap orang merinding??? Jelas saya katakan Tidak Puas untuk seorang supporter, jika ada yang mengatakan puas berarti mereka bagian dari orang yang munafik, atau memang hanya ingin terlihat keren???
Saya cuma bisa berfikir dan bertanya apa salahnya kita buka mata untuk sepakbola di Indonesia? Toh di Indonesia juga sepakbolanya tidak terlihat jelek, masih pantas tampil melawan tim-tim sepakbola negara luar. Bahkan bukan tidak mungkin jika kita dukung tim sepakbola kita, sepakbola kita akan sejajar dengan tim sepakbola sekelas tim sepakbola di liga Inggris atau liga Spanyol. Tim yang kita dukung selalu menang dan terkenal di dunia, pemain-pemainnya pun punya skill tersendiri yang bisa diacungi jempol, diidolakan banyak orang, dan dielu-elukan oleh semua kalangan. Ya, semua itu tidak mustahil, memang tidak mudah untuk menjadi tim sepakbola sekelas tim sepakbola dunia, tapi tidak juga kita harus pesimis dan meremehkan sepakbola negara kita sendiri.
Akhir-akhir ini kalo saya perhatiin udah tidak sedikit lagi orang yang menganggap remeh tim sepakbola Indonesia, walaupun banyak juga yang baru mulai berantusias dan mencoba menjadi supporter yang turun langsung ke tribun. Terlihat aneh, janggal ketika banyak tim-tim sepakbola bertaburan di Indonesia, bibit-bibit pemain baru calon pembawa nama harum Indonesia yang harusnya kita dukung penuh, kita banggakan, tetapi malah dipandang sebelah mata, ditakuti karena rusuh bahkan dicemooh hanya karena faktor-faktor yang tidak dimiliki di sepakbola yang ada di luar negeri.
Bolehlah suka dan dukung tim sepakbola luar, tapi saran saya, cobain dulu deh dukung langsung dateng ke stadion untuk tim sepakbola Indonesia, bedain dengan cuma nonton di tv tengah malem sampe pagi teriak-teriakan ganggu tetangga tidur, bohong kalo gak ketagihan dateng ke stadion teriak-teriakan langsung. Lagian kalo dikalkulasikan mungkin biaya satu kali perjalanan ke kota tempat tim bola luar yang kita suka itu bisa jadi biaya beberapa kali tour ke stadion di kota-kota seluruh Indonesia.
Lewat tulisan ini saya cuma mau mengajak, tidak cuma untuk supporter PSS Sleman, tapi semua orang pecinta sepakbola, yuk mulai sekarang kita dukung tim-tim sepakbola yang ada di indonesia, baik Amatir, Divisi Utama, Liga Indonesia ataupun ISL. Tim sepakbola Indonesia juga gak kalah kualitasnya dengan tim sepakbola luar, banyak tim dengan pemain yang memang berkelas seperti PSS Sleman, Persija, Arema, Sriwijaya, Persipura, Persib, Persela, Persebaya dll. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa dan tidak mau untuk mendukung tim sepakbola Indonesia, karena sekarang sudah banyak tim-tim sepakbola yang berasal dari seluruh sudut kota atau daerah di Indonesia. Kita banggakan dan kita dukung tim sepakbola dari kota atau daerah kita, kita jadikan stadion sesuai dengan peruntukkannya.
Untuk teman-teman yang sudah mendukung tim-tim sepakbola Indonesia, yuk kita jaga keharmonisan hubungan tim-tim sepakbola kebanggan kita, jangan ada lagi rusuh-rusuh beratasnamakan sepakbola, jadikan sepakbola Indonesia terpandang dan disegani lawan-lawannya.
Sekali lagi, saya supporter dan Pecinta PSS Sleman atas nama Indonesia lebih bangga memakai atribut tim lokal kebanggan saya, walaupun diluar sana banyak yang lebih bangga dengan atribut bola luarnya. so, proud for your local football and come on support your local football.

Posted by sebutjohn On 3/10/2015 07:54:00 AM 0 komentar

Merayakan Tahun Baru

Selasa, 07:53 WIB, 10 Maret 2015

Selamat pagi sobat sudah beberapa bulan saya ga ngeblog maklum sibuk hehe *GayaDikitGpp* hehe Oke langsung nih baca sendiri dibawah sendiri saya ngeblog tentang apa :D


Merayakan Tahun Baru

Penghujung tahun dan hari pertama tahun baru Masehi merupakan momen yang sangat berharga bagi sebagian orang. Mereka pun menyiapkan segala sesuatu, dengan berbagai macam pesta untuk menyambut tahun baru.
Di negeri kita, saat malam pergantian tahun baru Masehi, para muda-mudi biasanya menggelar berbagai pesta. Di antara mereka ada yang bergadang larut malam untuk menunggu jam 00.00 tiba. Apabila waktunya telah tiba, mereka bergembira dan dengan serentak meniup terompet dan berpesta kembang api. Pawai sepeda motor pun dimulai dengan menarik gas sepenuhnya disertai yel-yel yang memekakkan telinga. Pada hari pertama tahun Masehi, mereka menghadiri panggung-panggung hiburan konser musik yang digelar di berbagai tempat di alun-alun, THR (tempat hiburan rakyat), maupun di tempat-tempat rekreasi lainnya.
Campur baur antara muda-mudi, bergandengan tangan dengan lawan jenis (yang memang telah direncanakan sebelumnya oleh pasangan muda-mudi tersebut), gelak tawa dan canda, isapan rokok yang bagaikan asap dari cerobong pabrik, serta berbagai minuman menjadi teman akrab yang senantiasa menyertai mereka.
Televisi, radio, dan para pemilik pusat perbelanjaan tidak mau absen dari ikut serta memeriahkan tahun baru. Berbagai promosi dan diskon besar-besaran diadakan dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru Masehi. Begitu meriah acara yang digelar oleh mereka untuk menyambut kedatangan tahun baru masehi tersebut, sehingga membuat kebanyakan orang terbuai, tidak sadar ikut hanyut terbawa arus. Mereka tidak melihat berbagai macam dilema keagamaan, sosial, dan masyarakat yang timbul karenanya. Mereka tidak tahu bahwa perayaan tahun baru tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua itu hanyalah sebuah pemborosan, membuang-buang harta untuk hal yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya sama sekali.
Fenomena seperti ini merupakan realita kehidupan yang senantiasa berulang setiap pergantian tahun. Bahkan dari tahun ke tahun makin bertambah semarak dan makin tidak terkendalikan arusnya. Tahun ini, wallahu a’lam apakah yang akan terjadi dan mewarnai awal tahun baru Masehi di negeri kita ini.
Seorang muslim yang memiliki kecemburuan besar terhadap agamanya, tentu tidak setuju dengan semua itu, dan tentu tidak setuju bila hal itu sampai terjadi di tengah keluarga kita. Kita semua harus tahu bahwa pergantian tahun merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang tiada tara, yang hanya dipahami oleh orang-orang yang berakal yang memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’”(Qs.Ali Imron[3]: 190-191)
Perayaan tahun baru di beberapa negara terkait erat dengan keagamaan atau kepercayaan mereka terhadap para dewa. Jika seorang muslim telah memahami hal ini, maka tentu ia akan memahami bahwa bagi  sebagian kaum kafir, merayakan tahun baru merupakan peribadahan. Sehingga apabila seorang muslim ikut-ikutan merayakan tahun baru maka boleh dibilang kerena ketidaktahuannya terhadap agamanya sebab ia telah menyerupai orang kafir yang menentang Allah dan Rasul-Nya.
Ingkarilah kemungkaran karena kemungkaran merupakan jalan menuju petaka. Begitu bahayanya akibat dari kemungkaran, maka seorang muslim harus berusaha sekuat tenaga untuk mencegah dan mengingkari kemungkaran-kemungkaran yang ada sebatas kemampuannya, walau hanya dengan hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)
Makin bertambah usia seorang muslim seharusnya makin ia sadar akan memanfaakan waktu dengan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat serta menjauhkan dirinya dari sesuatu yang membahayakan. Hendaklah kita mengingat masa penangguhan hidup kita di dunia. Ketika seorang muslim memasuki tahun baru, ia akan ingat bahwa berarti ia makin mendekati akhir masa penangguhan hidup di dunia ini. Bila senantiasa mengingat hal ini, maka kita pun akan semakin bersemangat mencari bekal untuk mendapatkan kebahagiaan ukhrowi (akhirat) yang kekal abadi. Berbahagialah dengan keislaman kita. Agama kita berbeda dengan agama lain, sehingga dilarang menyerupai orang kafir, terlebih lagi mengikuti cara beragamanya kaum kafir. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim meninggalkan perayaan tahun baru dan penanggalan ala kafir. Sebaiknya kita menghidupkan penanggalan Islam dalam rangka meninggikan syiar dan izzah Islam serta kaum muslimin. Selain itu, hendaknya kita mengingat kebesaran dan keagungan-Nya sehingga akan menambah rasa takut, cinta dan berharap akan ridho-Nya.

Diringkas dari artikel “Tahun Baru Haruskah Dirayakan?” oleh Abu Zahroh al-Anwar, Majalah al-Mawaddah Edisi ke-5 Tahun ke-2 Dzulhijjah 1429 H/Desember 2008